PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI DAN NAFAS DALAM PADA ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA HIPERTENSI DENGAN RISIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF
Keywords:
Kata kunci: Terapi relaksasi genggam jari, teknik napas dalam, hipertensi., lansia, perfusi serebralAbstract
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi pada lansia di Indonesia mencapai 63,2% pada usia 65-74 tahun. Penatalaksanaan hipertensi memerlukan kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengoptimalkan kontrol tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan diagnosis keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan Evidence Based Nursing (EBN) melalui analisis PICO pada dua lansia berusia 66 dan 74 tahun dengan hipertensi di Desa Karangturi pada 1-4 November 2025. Sebelum implementasi terapi, responden diberikan edukasi komprehensif tentang hipertensi. Implementasi terapi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20-30 menit per sesi. Pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital dilakukan sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah pada kedua responden dengan rata-rata penurunan sistolik 12 mmHg dan diastolik 4,83 mmHg. Responden pertama mengalami penurunan dari 172/99 mmHg menjadi 152/93 mmHg, sedangkan responden kedua dari 147/103 mmHg menjadi 130/90 mmHg. Terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam yang dikombinasikan dengan edukasi hipertensi efektif sebagai terapi pendamping farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan berpotensi mencegah risiko perfusi serebral tidak efektif.













